WHITE CELL THERAPY SCAR
Regenerasi Kulit Optimal untuk Bekas Luka Lebih Halus.
White Cell Therapy Scar merupakan terobosan dalam dunia dermatologi estetika untuk penanganan bekas luka. Prosedur ini bekerja dengan mengisolasi dan mengaktifkan komponen seluler tertentu dari darah pasien, khususnya yang kaya akan faktor pertumbuhan dan sitokin penyembuhan yang berasal dari sel darah putih. Komponen aktif ini kemudian diinjeksikan langsung ke area bekas luka, memicu proses regenerasi alami kulit dari dalam.
Mekanisme kerja utama terapi ini adalah stimulasi produksi kolagen dan elastin baru, dua protein esensial yang bertanggung jawab untuk kekenyalan dan struktur kulit. Dengan meningkatkan sintesis kolagen, White Cell Therapy Scar membantu mengisi depresi pada bekas luka atrofi (seperti bekas jerawat bopeng), menghaluskan tekstur kulit, dan mengurangi diskolorasi. Selain itu, faktor pertumbuhan yang dilepaskan juga berperan dalam remodeling jaringan parut, mengubah struktur bekas luka yang keras dan tidak teratur menjadi lebih lembut dan menyerupai kulit normal.
Keunggulan utama White Cell Therapy Scar terletak pada pendekatannya yang autologus, artinya menggunakan material dari tubuh pasien sendiri, sehingga meminimalkan risiko alergi atau penolakan. Terapi ini efektif untuk berbagai jenis bekas luka, termasuk bekas jerawat, bekas luka pasca-operasi, dan bahkan stretch mark. Hasilnya adalah perbaikan tekstur, warna, dan elastisitas kulit yang lebih alami dan tahan lama, mengembalikan kepercayaan diri pasien dengan kulit yang lebih mulus dan sehat.
Manfaat
- Memperbaiki tekstur bekas luka (bopeng, cekung)
- Mengurangi diskolorasi dan hiperpigmentasi pasca-inflamasi
- Merangsang produksi kolagen dan elastin baru
- Menghaluskan permukaan kulit
- Meningkatkan elastisitas kulit
- Mempercepat proses regenerasi sel kulit
Indikasi
- Bekas jerawat (acne scars)
- Bekas luka pasca-operasi
- Bekas luka traumatis
- Stretch mark (striae)
- Bekas luka bakar ringan
Kontraindikasi
- Kehamilan dan menyusui
- Infeksi aktif pada area treatment
- Gangguan pembekuan darah atau sedang mengonsumsi obat pengencer darah
- Penyakit autoimun yang tidak terkontrol
- Kanker atau riwayat kanker kulit
- Keloid aktif atau riwayat keloid parah